Home > Books, Forex, Trading > Review Buku Squash Games Theory by Zulfikar MS

Review Buku Squash Games Theory by Zulfikar MS

February 7th, 2010 Leave a comment Go to comments

Sorry, this time i have to write this review in Indonesian Language, because what i’ve read is a Trading Book that written in Indonesian Language. So i think the possible reader of this book must be Indonesian people too. So i think it will be useless for non indonesian people to read this review. Some days ago i’ve go to book shop and i saw a interesting book with title “Squash Games Theory” that written by Zulfikar MS. This is the cover.

a Review Buku Squash Games Theory by Zulfikar MS


The author of this book is a man who working in Squagath Imperium, a investment company in Indonesia. Today i finally finished reading this book. This is the review (in Indonesian) :

Title : Squash Games Theory

Author : Zulfikar MS

Rating : 1 of 5

Genre : Investing

Dalam bab awal saya sedikit kurang sreg dengan penjelasan penulis mengenai penjelasan dasar mengenai account trading forex. Dalam penjelasannya, dia menjelaskan bahwa tiap trade di forex akan ada komisi $50. Hmmmm…. ini sih pasti broker forex indonesia. Terus terang saya tidak bermaksud menjelekkan broker indonesia, akan tetapi terus terang saya paling anti menggunakan broker forex indonesia. Kenapa? Apakah saya tidak mencintai produk dalam negeri? Sama sekali bukan. Karena hanya broker forex Indonesia-lah yang mengenakan komisi dalam setiap trade-nya. Kenapa harus membayar komisi pada tiap trade jika kamu bisa mendapatkan account yang bebas komisi di semua broker luar negeri yang juga menggunakan meta trader 4.

Sedangkan untuk teknik tradingnya sendiri, penulis mengungkapkan teknik fibonachi yang dimodif menjadi 0-25-50-75-100. Penjelasan mengenai teknik trading-nya sendiri menurut saya kurang jelas. Tidak dijelaskan kita harus bermain untuk pair apa. Lebih cocok di time-frame berapa (Di beberapa bagian disebutkan untuk H4, tapi di bagian lain disebutkan bisa untuk semua). Juga tidak disebutkan persentase win dari strategi ini mencapai berapa %. Strategi keluar-nya pun disebutkan 30 poin. 30 poin ini tidak dijelaskan cocok untuk pair apa. Bila kita bermain GBP/JPY tentu akan terlalu sedikit bila kita mematok target hanya 30 poin. Juga tidak ada satupun contoh secara riil (studi kasus) mempraktekkan strategi Squash Games Theory ini. Akan tetapi mungkin ini salah satu strategi penulis, supaya kita mengikuti Workshopnya.

Dari teknik yang  saya pahami setengah-setengah dari buku ini, saya rasa teknik yang dijelaskan penulis sedikit spekulatif sifatnya. Walaupun kalau saya lihat memang ada win percentage yang lumayan bila diimplementasikan di pair yang tidak terlalu volatile semacam EUR/USD atau USD/JPY pada time frame H4. Tapi tetap saja sifatnya sangat spekulatif. Bahkan kalau kita praktekkan ilmu ini secara langsung pada EUR/USD saja pada tahun sekitar 1990-an, maka dijamin kita akan salah ambil posisi terus menerus, karena sinyal dari Squash Games Theory menunjukkan sinyal wajib beli karena berada di area di bawah 25% hampir setiap harinya, tapi pada kenyataannya harga terus terjun bebas sampai pada level 0.8000-an. Tentu ini sudah dicover dengan strategi  switching yang juga dijelaskan dalam buku ini.

Teknik switching yang dimaksud penulis di sini yaitu memasang SELL STOP  / BUY LIMIT sebanyak 2x dari posisi semula pada daerah high/ low bila tiba-tiba arah berbalik. Teknik trading di Forex menurut saya sih tidaklah sesederhana itu. Pemasangan SELL STOP 2 lot setelah BUY ataupun BUY LIMIT 2 lot setelah SELL juga merupakan tindakan yang sangat beresiko. Karena sering sekali terjadi false breakout di Forex. Tidak ada penjelasan juga dari penulis apa yang mesti dilakukan bila ternyata posisi STOP LIMIT ini tiba-tiba berubah arah kembali. Tidak ada management risk sama sekali di sini. Bila tidak ada penjelasan detail mengenai bagaimana mengatur risk dari strategi ini akan sangat berbahaya bagi para trader yang mengimplementasikannya. Ancaman bankrut juga bukan tidak mungkin terjadi jika false breakout diikuti trending yang sangat-sangat kuat.

Hal yang saya rasa juga kurang lengkap adalah penjelasan penulis mengenai modal minimal yang dibutuhkan pada bab 7 Rasio Modal dan Resiko. Menurut penulis, modal minimal yang dibutuhkan di sana adalah sebesar 50 juta rupiah. Padahal pada kenyataannya kan ada alternatif lain untuk para trader yang tidak memiliki modal banyak.  Sebenarnya penulis bisa menambahkan bahwa itu adalah modal minimal bila kita memlih untuk menggunakan account standar. Akan tetapi ada alternatif bagi para pemilik modal kecil dengan adanya account mini dan micro yang dengan modal $100 (1 juta) saja pun sudah bisa trading.

Satu-satunya hal yang saya suka di buku ini hanyalah teori penulis mengenai 3 era ekonomi serta penjelasan mengenai ekonomi pada bab 9 mengenai Perang Moneter Amerika Serikat – China. Kesimpulannya, buku ini secara keseluruhan kurang detail penjelasannnya. Dan banyak hal yang tampaknya tidak dijelaskan penulis seperti tidak adanya komisi bila kita membuka account di broker luar negeri serta adanya kemungkinan untuk membuka account dengan modal hanya $100. Takutnya bila orang awam membaca ini akan salah mengerti dan menganggap bahwa forex butuh modal banyak. Saya pada intinya tidak ingin menjelekkan buku ini. Toh ini semua hanyalah pendapat saya berdasarkan pengalaman trading saya di Forex selama ini. Kalau toh penulis memang bisa secara konsisten menghasilkan profit dari teknik ini tentu baik adanya… Hanya saja penjelasan dari buku ini kurang jelas dan sangat berpotensi membuat orang bingung saat mengimplementasikannya. Semoga bila ada edisi kedua-nya bisa lebih baik.

pixel Review Buku Squash Games Theory by Zulfikar MS

Incoming search terms:

  • teknik dasar squash
  • squash games theory
  • tehnik dasar squash
  • jurnal squash games theory
  • squash forex theory
  • squash game theory
  • strategi squash
  • taktik dasar squash
  • tekhnik dasar olahraga squash
Be Sociable, Share!
  • more Review Buku Squash Games Theory by Zulfikar MS
Categories: Books, Forex, Trading Tags: ,
  1. May 8th, 2010 at 18:01 | #1

    saya juga heran kenapa broker indonesia tidak bebas komisi seperti di luar negeri?

  2. vahn
    May 8th, 2010 at 22:03 | #2

    saya sendiri juga gak tahu. tapi herannya masih banyak sekali trader forex di indo yang tidak tahu kalo broker forex itu seharusnya memang tanpa komisi.

  3. Rosgani
    July 7th, 2010 at 13:28 | #3

    Wah .. saya belum baca bukunya neh .. kmarin beli di Gramed .. udah ludes.. dan saya sempat baca di kompas, akan ada seminarnya .. Nice Info Broo .. memang tidak mudah menaklukkan pasar.Kalau melihat penjelasan Anda, mgk bisa jadi penulis berhati2 juga atas bukunya.saya akan turut menyimak neh.saya belum baca sama sekali, jadi blm berani koment banyak .. Thx Bro ..

  4. July 7th, 2010 at 14:25 | #4

    intinya adalah penjelasannya di buku kurang jelas. bukan berarti tekniknya gak bagus. bisa aja emang bagus. tapi kalau mau ngerti memang ya harus ikut seminarnya.

  5. dindin
    July 18th, 2010 at 05:49 | #5

    saya baru baca sebagian, dan ada yang kurang saya fahami. Penarikan garis fibo yang sudah dimodif itu dari mulai kapannya kurang jelas. Di buku hanya dituliskan “sepanjang masa”. Berarti, lama banget.. Mungkin ada yang sudah faham. Trims

  6. September 1st, 2010 at 20:42 | #6

    klo sy melihat strategi ini sepertiya strategi ini harus tunduk pada mayor candlestik , tampa persaratan sinyal candle, sama juga nol ….besar jadi intinya mayor candlelah yg bekerja squash game haya pelengkap saja…

  7. rizky
    March 26th, 2011 at 21:26 | #7

    buku squash games theory memang tidak begitu jelas memberikan teknik yang digunakan, penjelasan mengenai risk rewardnya pun tidak begitu baik, padahal dalam trading tidak hanya semata mata mengandalkan teknikal. Satu saja yg saya sepakat dr penulis adalah kita harus tau volume pergerakan pair minimal mingguan, dengan begitu 80% kita dapat mengetahui trend yang terjadi beberapa minggu kebelakang utk menentukan arah saat ini.

  1. No trackbacks yet.