Home > Health > Panduan Gaya Hidup Sehat Rendah Lemak untuk Mencegah Kolestrol dan Penyakit Lainnya

Panduan Gaya Hidup Sehat Rendah Lemak untuk Mencegah Kolestrol dan Penyakit Lainnya

November 11th, 2013 Leave a comment Go to comments

Sejak saya didiagnosa terkena penyakit batu empedu, saya menjadi sangat sadar bahwa ternyata pola hidup yang sehat sangatlah penting buat kesehatan. Biaya pengobatan yang luar biasa mahal seperti mengingatkan saya bahwa ternyata kesehatan adalah harta yang tidak ternilai harganya. Sejak didiagnosa batu empedu dan melakukan proses pengeluaran batu, saya mulai merubah gaya hidup saya agar bisa menjadi lebih sehat. Dengan itu, saya berharap bisa terhindar dari terbentuknya kembali batu empedu serta ancaman berbagai macam penyakit yang bisa muncul akibat gaya hidup yang tidak sehat. Dan karena pengalaman saya pribadi adalah berhubungan dengan tertimbunnya kolestrol dan trigliserida dalam tubuh, maka tips dari saya ini akan lebih berfokus mengenai cara hidup sehat agar kadar lemak dalam tubuh kita ini tetap dalam batas kadar normal. Bagi yang kadar kolestrol dan trigliseridanya tinggi, gaya hidup di bawah ini diharapkan bisa menurunkan kolestrol serta trigliserida. Saya sendiri sudah mencobanya dan terbukti berhasil menurunkan kolestrol saya tanpa obat sama sekali dari 257 menjadi 201 hanya dalam 3 minggu dan turun menjadi 149 dalam 4 bulan. Sementara LDL dari 142 turun menjadi 121 dalam 3 minggu dan turun menjadi 84 dalam 4 bulan. Kolestrol yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, mulai dari penyakit jantung, stroke, batu empedu, batu liver, fatty liver, siriosis, kanker dan lain sebagainya. Tips ini juga berguna untuk terhindar dari berbagai keluhan permasalahan pencernaan bagi mereka yang sudah dibuang kantong empedunya melalui operasi.

kolestrol dalam darah

Tips dari saya ini sendiri saya rangkum setelah mencari info di internet dan bertanya langsung kepada para dokter dan ahli yang sudah berpengalaman dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit. Oke… Kalau begitu saya akan langsung saja ya. Berikut tips-tipsnya :

– Selain faktor keturunan dan usia, makanan merupakan faktor paling berpengaruh yang mempengaruhi kolestrol dalam tubuh. Saat kita menderita suatu penyakit tertentu akibat lemak, kita akan sering mendengar saran dari dokter untuk mengurangi makanan yang berlemak. Nah. pertanyaannya sekarang adalah makanan berlemak itu apa saja? Sebagai gambaran cobalah untuk melihat tabel daftar makanan-makanan dengan kadar kolestrol tertinggi berikut ini :

tabel kolestrol dalam makanan

Cobalah hindari sebisa mungkin makanan-makanan yang mempunyai kadar kolestrol tinggi yang ada pada tabel di atas. Bila anda tidak terlalu suka dengan makanan-makanan tersebut, cobalah untuk tidak makan makanan-makanan di atas.

– Minyak yang kita gunakan untuk memasak dalam sehari-hari juga sangat berperan untuk mempengaruhi kadar kolestrol dalam darah, apalagi bila kita sering memasak masakan yang digoreng (gorengan). Hindari menggunakan minyak secara berulang-ulang untuk memasak. Lemak jenuh akan semakin tinggi setelah mendapat pemanasan secara berulang-ulang. Sebaiknya gunakan minyak dengan kadar lemak jenuh yang rendah seperti contohnya minyak canola, minyak zaitun, minyak bunga matahari untuk memasak. Kekurangan dari minyak-minyak tersebut mungkin adalah harganya yang memang lebih mahal daripada minyak pada umumnya, selain itu rasanya pun juga tidak seenak minyak goreng yang terbuat dari kelapa. Namun perlu diingat kandungan lemak jenuh pada minyak-minyak tersebut jauh lebih kecil daripada minyak goreng biasa. Untuk lebih jelasnya, coba lihatlah tabel perbandingan kadar lemak jenuh pada berbagai minyak berikut ini :

perbandingan kandungan lemak pada minyak

Catatan Tambahan : Minyak goreng dengan asam lemak tidak jenuh bisa berfungsi lebih baik lagi jika digunakan untuk minyak salad daripada digunakan untuk menggoreng, sehingga mempunyai efek positif terhadap peningkatan kadar HDL yang membantu mencegah terjadinya endapan pada pembuluh darah.

– Sebisa mungkin kurangi makan gorengan (walaupun sudah pakai minyak rendah kolestrol), fast food, makanan instan, daging, MSG, makanan terbuat dari keju, susu, ataupun makanan bersantan (apalagi yang beli di luar). Karena makanan-makanan tersebut mengandung lemak jahat (LDL) yang tinggi dan tidak bagus buat tubuh kita. Makanan yang beli di luar juga cenderung lebih tidak sehat, karena banyak dari penjual gorengan umumnya akan menggunakan minyak yang sudah digunakan berkali-kali untuk menggoreng.

– Ganti semua bumbu dan kecap yang mengandung MSG dengan bumbu dan kecap yang tidak mengandung MSG. Untuk micin, anda bisa menggantinya dengan kaldu jamur yang sekarang banyak dijual di pasaran. Untuk kecap, anda bisa menggunakan merk-merk tertentu yang memang menggunakan bahan alami.

– Kalau bisa berhenti merokok dan minum minuman keras serta kurangi minum kopi dengan kadar berlebihan (lebih dari 1x sehari).

– Stress juga menjadi faktor penting mempengaruhi kolestrol dalam darah. Oleh karena itu sangatlah penting untuk menjaga pikiran kita dari rasa stress yang berlebihan.

– Cobalah untuk makan dengan gizi yang seimbang sesuai dengan gaya hidup kita. Makanan seimbang adalah makanan yang terdiri dari :
– 60 % kalori berasal dari karbohidrat
– 15 % kalori berasal dari protein
– 25 % kalori berasal dari lemak
– kalori dari lemak jenuh tidak boleh lebih dari 10 %

Kelebihan kalori dapat diakibatkan dari asupan yang berlebih (makan terlalu banyak) atau penggunaan energi yang sedikit (kurang aktivitas). Kelebihan kalori yang berasal dari karbohidrat biasanya akan menyebabkan peningkatan pada kadar trigliserida. Contoh makanan olahan yang mengandung karbohidrat tinggi yaitu nasi, kue, snack, mie, roti, daging, ikan udang, telur, tahu, tempe, kacang-kacangan. Kurangi makan makanan di atas dengan kadar berlebihan (terutama bila anda tidak pernah olahraga). Pilihlah karbohidrat yang tepat, seperti oats dan beras merah yang masuk kategori karbohidrat kompleks.

– Konsumsi lebih banyak serat dalam menu makanan sehari-hari. Serat banyak ditemukan pada buah- buahan (misalnya apel, pir yang dimakan dengan kulitnya) dan sayur-sayuran. Serat yang dianjurkan adalah sebesar 25 – 40 gr/hari, setara dengan 6 buah apel merah dengan kulit atau 6 mangkuk sayuran. Serat berfungsi untuk mengikat lemak yang berasal dari makanan dalam proses pencernaan, sehingga mencegah meningkatan kadar LDL kolesterol. Konsumsi makanan yang tinggi serat serta yang bisa menyerap lemak dan minyak. Makanan-makanan tersebut bisa ditemukan pada apel, tomat, mangga, blueberry, strawberry, pepaya, kacang-kacangan (kacang panjang, buncis, kacang merah), beras merah, bayam, brokoli, wortel, almon, kenari dan oatmeal.

– Banyaklah makan makanan yang dibuat dengan cara direbus, dikukus, ditumis, dipanggang dengan menggunakan sedikit sekali / tanpa minyak atau mentega. Kurangi sebisa mungkin makanan yang digoreng.

– Banyak-banyaklah minum air putih (lebih bagus hangat) tiap hari (Minimal 2 liter sehari). Hindari minuman bersoda

– Usahakan olahraga paling tidak 1 hari 1/2 jam untuk pembakaran lemak. Olah raga merupakan salah satu faktor terpenting untuk menurunkan kadar lemak dalam tubuh manusia. Dengan berolah-raga secara teratur, kita bisa menurunkan resiko penyakit sampai dengan 40 %. Olah raga yang dianjurkan adalah yang bersifat gerak tubuh yang bisa mengeluarkan banyak keringat seperti jalan cepat, lari-lari kecil, sepeda, renang dll. Olah raga yang teratur akan membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL dan menurunkan trigliserida.

– Hindari langsung tidur setelah makan. Karena proses penghancuran lemak akan terjadi pada waktu tidur. Langsung tidur setelah makan akan menyebabkan pemrosesan lemak menjadi lebih berat sehingga menyebabkan tertimbunnya lemak dalam tubuh. Jarak minimal antara makan dan tidur adalah 2 jam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Be Sociable, Share!
  1. June 9th, 2014 at 20:56 | #1

    wah terima kasih buat share-nya di sini. mama saya juga kena batu empedu, sudah dua kali opname dan belum dikeluarkan. biasanya kambuh di tengah malam-dini hari, soalnya ada maag juga. mungkin saran2 di atas bisa diterapkan.
    boleh saya tanya, tabel kolesterol itu diterapkan kalau kadar kolesterolnya sudah berapa?

  2. June 9th, 2014 at 23:31 | #2

    Salam kenal mbak Serena. Artikel di atas saya buat bukan hanya untuk para penderita batu empedu saja, tapi sebagai panduan untuk semua orang sehat dan ingin tetap sehat sampai tua. Kesalahan umum orang adalah menerapkan pola hidup sehat setelah sakit. Itu sudah sangat terlambat. Bila kita ingin hidup lebih sehat, maka kebiasaan pola makan dan hidup kita itulah yang harus kita jaga. Untuk kadar kolestrol ideal biasanya adalah di bawah 200 dan LDL di bawah 100.

    Kalau kondisi masih ada batu empedu, pantangan biasanya harus lebih ketat dari artikel di atas. Coba baca di artikel saya di
    http://vendyxiao.com/tips-untuk-mengurangi-frekuensi-kholik-buat-para-penderita-batu-empedu/

    Semoga membantu

  1. No trackbacks yet.