Jalan jalan di Penang (Hari ke 4) : Penang Hill, Batu Ferringhi

Daftar Tempat Wisata yang dikunjungi di hari ketiga :

  • Penang Hill
  • Batu Ferringhi
  • Toy Museum

Di hari keempat ini, kami semua bangun agak siang. Ini disebabkan karena proses check up dan pengobatan kami sudah selesai semua. Jadi kami memang sengaja ingin santai dan bangun agak siang hari ini. Karena tiket breakfast yang terbatas, pagi ini saya bersama Mama dan saudara sepupu saya memutuskan makan pagi di kantin yang ada di Adventist Hospital. Kerennya… semua makanan di Adventist ini serba vegetarian. Saya pada akhirnya memilih untuk makan nasi goreng dan sate. Rasanya lumayan, terutama satenya. Dari cerita saudara sepupu saya, makanan di rumah sakit ini hampir semuanya lumayan enak-enak.

kantin adventist hospital

kantin adventist hospital

Setelah selesai makan, kami pun langsung bersiap untuk jalan-jalan. Tujuan pertama kami kali ini adalah Penang Hill (Bukit Bendera). Dari hotel kami menuju Penang Hill sebenarnya tidak terlalu jauh. Oleh karena itu kami pun memutuskan untuk menggunakan taksi ke sana. Sebetulnya ada pilihan transport yang lebih murah, yaitu mengunakan bis no 204. Tapi karena bis 204 tidak melewati hotel kami, maka kami harus menuju Komtar terlebih dahulu menggunakan bis lain. Tarif dari Hotel Berjaya ke Komtar menggunakan bis lain (101, 102, 103, 104, dll) adalah RM 1.4. Sedangkan dari Komtar ke Penang Hill, tarif bis 204 adalah sebesar RM 2. Sementara kalau menggunakan taksi dari Berjaya Hotel ke Bukit Bendera adalah RM 30 (1 taksi 4 orang). Walaupun biaya naik taksi masih 2 x lipat dibandingkan naik bis, tapi kami bisa menghemat banyak waktu bila menggunakan taksi. Kami berangkat dari hotel sekitar jam 09:30. Perjalanan dari hotel menuju ke Penang Hill ditempuh dalam waktu 15 menit saja menggunakan taksi. Kalau anda menggunakan bis, perkiraan mungkin bisa memakan waktu sekitar 45 menit sampai 1 jam.

penang hill

penang hill

Penang Hill (Bukit Bendera)

Sesampainya di Penang Hill, kami langsung membeli tiket tram untuk naik ke atas bukit. Tarif tiket tram untuk dewasa adalah RM 30. Setelah puas benarsis ria di depan Railway Station, kami pun mengikuti antrian untuk naik tram. Lama mengantri sekitar 30 menitan. Tram di Penang Hill ini mirip seperti Tram yang ada di Victoria Peak, Hongkong. Kalau di Hongkong, tramnya dipertahankan sesuai aslinya (konsep jadul), tram di Penang Hill ini kelihatan lebih modern.

tram penang hill

tram-penang-hill-01

tram-penang-hill-02

tram-penang-hill-03

Lama perjalanan tram dari Railway Lower Station ke Railway Upper Station ditempuh dalam waktu tidak sampai  10 menit. Dan akhirnya sampailah kami di bagian atas Bukit Bendera. Di atas sini, hawanya cukup sejuk, mirip sekali dengan hawa di kota kelahiran saya.

penang-hill-food-court

penang-hill-atas-01

penang-hill-atas-04

penang-hill-atas-09

Sejujurnya tidak ada yang terlalu spesial dari Bukit Bendera ini. Sangat jauh kalau dibandingkan dengan Victoria Peak Hongkong yang punya Shopping Mall dan Madamme Tussaud di bagian puncaknya. Namun walaupun demikian ada beberapa hal menarik yang dapat kamu lakukan di Bukit Bendera ini, yaitu :

1. Membeli kacang khas Penang. Kacang Penang ini tidak dapat anda temui di Indonesia. Oleh karena itu saya sarankan untuk mencobanya kalau sudah sampai di sini.

penang-hill-atas-02

penang-hill-atas-03

2. Bagi pasangan muda-mudi yang suka dengan hal-hal romantis lebay, anda bisa berfoto foto di lambang tulisan LOVE serta mengucapkan janji cinta dengan lambang gembok untuk dipasangkan di pagar yang ada di bagian atas Owl Museum dan Food Court.

penang-hill-atas-08

penang-hill-atas-07

penang-hill-atas-05
3. Di bagian atas bukit, ada. semacam kuil hindu serta masjid yang bisa anda foto. Di bagian ini juga ada area bermain untuk anak kecil.

penang-hill-atas-11

penang-hill-atas-12

penang-hill-atas-13

4. Bagi anda yang rela merogoh kocek lebih dalam, anda juga bisa masuk ke Owl Museum yang ada di sini. Tiket masuknya adalah sebesar RM 10. Saya pribadi tidak masuk karena memang tidak tertarik.

5. Pada saat perjalanan kembali ke Railway Upper Station, kita juga bisa mengambil foto pemandangan kota Georgetown, Penang serta jembatan Penang dari kejauhan. Sayang sekali waktu saya datang ke sini, cuaca lagi berkabut. Akibatnya saya tidak dapat melihat apa-apa di kejauhan.

penang-hill-atas-15

Setelah puas menghabiskan waktu di bukit Penang Hill, kami pun segera turun ke Railway Lower Station. Dari sini, tujuan selanjutnya adalah ke pantai Batu Ferringhi. Dari Penang Hill ke Batu Ferringhi bisa dicapai dengan menggunakan bis. Akan memakan biaya yang cukup mahal bila anda memutuskan menggunakan taksi. Kami pun sepakat untuk menggunakan bis saja. Satu2nya bis yang ada di Penang Hill ini adalah bis 204. Bus Stopnya berada tepat persis di pintu masuk Penang Hill. Kami menunggu sekitar 25 menit sebelum bis berangkat. Bagi anda yang belum sempat ke vihara Kek Lok Si, anda juga dapat menggunakan bis 204 ini untuk turun di Kek Lok Si.

bus 204 di penang hill

Untuk menuju Batu Feringgri, kami mau tidak mau harus oper bis di Komtar. Biaya tarif bis dari Penang Hill-Komtar adalah RM 2. Setelah sampai di Komtar, kami pun berganti bis ke bis 101. Tarif bis dari Komtar ke Batu Ferringhi adalah RM 2.7. Lama perjalanan dari Komtar ke Batu Ferringhi adalah sekitar 45 menit. Saat kami sampai di daerah pantai Batu Ferringhi, jam sudah menunjukkan pukul 13:00 siang.

Batu Ferringhi

Batu Ferringhi ini sangat mirip sekali dengan Tanjung Benoa di Bali. Daerah ini dipenuhi dengan hotel-hotel dengan pemandangan yang langsung menghadap pantai. Di pantai daerah ini, ada banyak permainan water sport yang dapat anda mainkan seperti paraseling, jetsky, banana boat, dll. Bedanya mungkin tempat ini jauh lebih sepi dari Tanjung Benoa Bali yang selalu dipenuhi dengan orang. Bahkan saat saya datang ke sini, tidak ada satu pun orang yang sedang bermain water sport.

Bagi anda yang termasuk kolektor kaos Hard Rock,  anda juga bisa berkunjung ke Hard Rock Hotel yang ada sepanjang pantai Batu Ferringhi ini. Dari perhentian bis Batu Ferringhi ke Hard Rock Hotel memang agak jauh jika berjalan kaki. Oleh karena itu, jika anda memang berniat untuk ke Hard Rock Hotel. saya sarankan anda untuk turun di bis stop yang ada di depan Hard Rock Hotel (perhentiannya setelah bus stop Batu Ferringhi). Untuk pastinya, anda bisa bertanya ke supir bis, pasti dia akan memberi tahu anda.

batu-ferringhi-01

batu-ferringhi-02

batu-ferringhi-03

batu-ferringhi-04

batu-ferringhi-05

batu-ferringhi-06

batu-ferringhi-07

Sambil makan camilan, kami pun bersantai dan menikmati suasana sekitar 40 menit di pantai ini. Setelah puas, kami pun kembali ke jalan raya tempat kami turun dari bis pada waktu berangkat tadi. Sambil menunggu bis, ternyata papa saya tertarik dengan penjual durian yang ada di dekat sana. Hasilnya kami pun memutuskan untuk makan durian sambil menunggu datangnya bis. 

batu-ferringhi-durian-01

batu-ferringhi-durian-02

Setelah menghabiskan durian, kami pun melanjutkan perjalanan kami berikutnya. Kali ini yang kami tuju adalah Toy Museum yang ada di Teluk Bahang. Selain Toy Museum, di Teluk Bahang juga ada Penang Butterfly Farm. Tapi karena saya kurang tertarik dengan kupu-kupu, maka saya memutuskan untuk menuju Toy Museum saja. Kami naik bis 101 lagi untuk menuju ke Toy Museum. Sepanjang perjalanan kami ke Teluk Bahang kami melewati Tropical Spice Garden di sebelah kiri jalan. Setelah sekitar 10 menit perjalanan, akhirnya kami turun di bis stop yang terdekat dengan Toy Museum.

Toy Museum Heritage Garden

Tidak sesuai perkiraan kami sebelumnya, ternyata lokasi dari tempat ini agak kurang terekspos. Pada awalnya kami sempat kesulitan mencari di mana lokasi Toy Museum ini. Tepat di depan perhentian bis, yang kami temukan hanyalah sebuah toko Batik yang besar bernama Craft Batik. Setelah bertanya ke pegawai di toko tersebut, barulah kami menyadari ternyata ada sebuah jalan kecil agak masuk untuk menuju ke Toy Museum.  Toy Museum ini letaknya persis di sebelah Eok Hua School. Setelah berjalan sekitar  100 meter, akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Dan tidak sesuai bayangan saya, ternyata tempat ini sepi sekali. Nyaris tidak ada pengunjung di sini. Hanya ada 2 mobil yang parkir di tempat ini. Dan kalau melihat brosurnya, dikatakan bahwa selain museum mainan dan patung lilin, di tempat ini juga ada Heritage Garden dan Carnivorous Plant Garden-nya. Ternyata saat sampai di sana, saya tidak menemukan adanya taman yang layak untuk dikunjungi di sini. Menyadari ini, saudara sepupu saya pun langsung mengurungkan niatnya untuk masuk ke museum ini. Lagipula tiket masuknya juga tidak murah, yaitu RM 30. Pada akhirnya, hanya saya saja yang masuk ke dalam museum, sementara yang lain memutuskan untuk berbelanja di toko batik yang ada di dekat jalan raya.

Setelah masuk, saya sebenarnya sedikit agak kecewa dengan museum ini. Menurut saya museum ini mirip seperti toko mainan yang punya koleksi mainan yang banyak saja. Patung lilin yang ada di museum ini sebenarnya cukup bagus, hanya sayangnya semuanya di taruh di dalam kaca, sehingga kita tidak dapat berfoto bersama mereka dan hanya melihat mereka dari luar saja. Hal ini tentu sangat jauh berbeda dengan patung lilin yang ada di Madame Tussaud di mana kita bisa bebas berfoto bersama patung lilin yang ada. Jadi menurut saya, menghabiskan RM 30 hanya untuk melihat koleksi mainan seperti ini benar-benar tidak worth it. Anyway, saya cukup salut dengan bagaimana pemiliknya mengkoleksi semua mainan yang ada di sini.

penang-toy-museum-01

penang-toy-museum-03

penang-toy-museum-04

penang-toy-museum-05

penang-toy-museum-06

penang-toy-museum-07

penang-toy-museum-08

penang-toy-museum-09

penang-toy-museum-10

penang-toy-museum-11

penang-toy-museum-12

penang-toy-museum-13

penang-toy-museum-14

penang-toy-museum-16

penang-toy-museum-17

penang-toy-museum-18

penang-toy-museum-19

penang-toy-museum-20

penang-toy-museum-21

penang-toy-museum-22

penang-toy-museum-23

penang-toy-museum-25

penang-toy-museum-26

penang-toy-museum-27

penang-toy-museum-28

penang-toy-museum-29

penang-toy-museum-30

penang-toy-museum-31

Dari Toy Museum ini, kami tidak mempunyai tujuan lain dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke hotel. Kami pun naik bis 101 lagi dan kembali ke Hotel tempat kami menginap.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming search terms:

  • bagaimana cara menuju ke penang hill
  • daerah penang hill di mana
Be Sociable, Share!

Leave a Reply

  1. Dear Vendy,
    Perkenalkan saya bernama SADIKIN ELLY asal Pematang Siantar Simalungun Sumut.
    Senang sekali bisa membaca artike anda. Banyak hal yang bisa saya dapat dari artikel anda. Sungguh bermanfaat buat saya yang senang berpergian dengan backpacker. Pada kesempatan ini apakah anda bisa membantu saya dengan artikel anda yang jalan-jalan ke China? Atas atensi dan informasinya saya ucapkan terima kasih.

  2. salam kenal, mbak Elly. Senang mengetahui anda mendapatkan manfaat dari artikel saya. Silahkan saja jangan sungkan-sungkan untuk bertanya kalau butuh bantuan.

  3. hi salam kenal
    beli durian di batu feringgi harga berapa ? harga pas atu harus nawar? murah mana dengan yang beli di pasar air itam ?

  4. Salam kenal Arona, harga bisa nawar. cuma harga tepatnya saya agak lupa karena sudah cukup lama. Harga relatif sama beberapa tempat di Penang.

  5. Kalau ke Penang bisa naik travel sekalian ke Hatjai (Thailand selatan) +/- 4 jam perjalanan, kita bisa lihat banci show dan pertunjukan lain khas thailand

  6. hallo ko vendy! btw pas kemarin aku mau naik ke bukit bendera. ada bapak2 yang bagiin brosur toy museum, pas aku liat dengan seksama bapak yang bagiin brosur itu pula yang jadi model di brosur >.< gatau kenapa menurutku lucu, apa si bapak gak punya karyawan ya? jangan2 itu ownernya juga.